#6 Sketsa warna


Dan tanganku makin erat digenggam kelu membiru melukiskan sketsa: haru
Sedang kau tak lagi menoleh pada kanvas tempatku melukiskan KITA

Seperti harap tanpa ujung, kuterus merunut kenangan yang memozaik pada lukisan waktu. Menyabarkan diri untuk melihatnya tersatukan lagi.

Dan masihkah perlu kau goreskan sewarna benci?

JANGAN!

Gelapnya hanya akan merusak spektrum warna.

Apa kau berpikir aku akan menorehkan hitam dendam?

TIDAK!

Aku akan melukiskan warna warni bianglala di keningnu. Kuingin ia mewarnaimu.

Dan akan kunikmati indahnya dari jauh. Meski hanya fatamorgana yang masih berpendaran.

#6 : Benci

Iklan