#8 Serupa Peneluh


Bius cintamu serupa getar-getar pada tiap laju rindu.
Bias bayangmu seperti partikel-partikel udara yang terhirup dan terhembus memenuhi paru.

Adakah engkau peneluh bagiku?
Mantra terapalkan di tiap ucapmu.
Memasungku tuk nikmati rindu dalam jarak.
Menuntunku berjalan ke arah bayanganmu.
Tiap waktu.

#8 Mantra

Iklan

#7 Mungkin Ia


Awan hitam menggelayut pasrah, memamerkan gurat kemuraman akan cinta yang patah.

Perih batin merintih, berhimpit sesak, mengoyak jerih.
Saling bertemu dalam tengkar tak jemu.
Menggiring rindu pada damba semu.

Di manakah rindu itu
Yang dulu selalu berpendaran di sana?
Apakah kau lupa meninggalkannya di mana?
Atau terjatuh saat
kau berpapasan dengannya?
Atau justru kau sedang terjebak dalam kepikunan?

Mungkin rindu itu masih terselip di antara gemawan.
Menunggu hujan membawanya pulang.
Padaku.

*posting yg seharusnya tanggal 10*
#7 Mungkin
makasih buat @silencehart untuk “jalan”nya