Saya Menyebutnya Kenangan


Ada yang pernah berkata jika masa lalu tidak menjabarkan diri kita, akan tetapi masa lalu akan selalu menjadi bagian dari diri kita. Sesuatu yang akan melekat dalam diri kita; baik sekarang dan juga di masa yang akan datang. Entah bagian terburuk atau terbaik sekalipun.

memories

Banyak hal yang terjadi, kesalahan, kegagalan, dan seringkali saya merasa sakit meskipun tak jarang orang lain saya sakiti. Ketika mengingatnya, saya sedikit menyalahkan diri sendiri untuk orang-orang yang “pergi” dari kehidupan saya. Ada penyesalan. Padahal, bisa jadi hal itu bukan murni kesalahan saya, melainkan karena memang sudah waktunya untuk mereka “pergi” dan “datang” pada kehidupan orang lainnya. Lambat laun saya mempercayai proses itu.

Untuk hal-hal yang telah terjadi tersebut, saya tidak seharusnya terus merenunginya. Berandai-andai jika saja saya bisa kembali memutar waktu dan memperbaiki apa-apa yang ada di masa lalu, toh semuanya sudah terjadi dan sudah berhenti. Tetapi bukankah hidup harus tetap berjalan. Meskipun butuh waktu untuk saya belajar dan berproses atas yang telah saya lakukan sebelumnya. Bisa berbulan-bulan, bahkan tahunan. Saya terus mencoba berdamai. Menerima apa yang sudah seharusnya.

Dan pada akhirnya, kenanganlah yang membentuk saya sekarang. Pembelajaran dari yang baik maupun yang buruk. Dari orang-orang yang menyayangi dan menyakiti kita di waktu yang lalu. Cukup sebagai sarana berproses. Tanpa perlu melupakannya. Karena hal tersebut akan tetap bersama saya sampai beberapa tahun kedepan.

Gambar dari: vi.sualize.uz

Iklan