Diproteksi: #2 Tak Pernah Setengah Hati


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

#1 Kepadamu, Tuhan


Selamat pagi, Tuhan.

Mungkin ini tampak lucu jika kutulis surat padamu. Ini semacam bentuk permohonan kedua selain doa-doaku. Jadi, suratku kali ini singkat saja, Tuhan.

Di sepi dini hari dan fajar yang belum menyingsing, ingin kupinta maaf atas kealpaanku akan diriMU. Seringkali aku lebih asik bermain daripada sujud dan menengadahkan tanganku padaMU.

Namun karuniaMU tak terhitung lagi yang harus kusyukuri. Segala cinta kau beri padaku dan orang-orang terdekatku lewat berbagai cara. Meskipun tak jarang melalui berbagai coba yang justru menguatkan cinta padaMU.

Aku menyadari cintaku belum seutuhnya sempurna. Tapi bolehkah jika aku meminta 1 hal lagi? Bukan untukku dan egoku. Melainkan untuk 2 orang yang kucintai. Ibu dan Ayah. Jagalah mereka dalam dekap hangat cintaMU. Aku yakin mereka akan 1000 kali aman dalam dekap kuasaMU.
Kau tidak keberatan kan, Tuhan?

Sudah dulu ya, Tuhan. Kudengar deru suara azan memanggil dari masjid dekat rumah. Saatnya menyujudkan hatiku padaMU. Memanjatkan doa serta menyelipkan surat ini di antaranya.

Sekali lagi, terima kasih, Tuhan.