Semacam Kilas Balik 2012


Awal tahun 2012 dimulai dengan cerita yang penuh haru. Melihat ibu yang terbaring dengan berbagai peralatan medis dipasang di tubuhnya, hingga napas terakhir dihembuskan. Dan barikutnya menjadi tahun pertama hidup sendiri.
Kemudian, ditambah dengan status yang berubah menjadi ‘tanpa pacar’ pada bulan yang sama pula. Januari. Sungguh kombinasi yang ‘sempurna’ untuk menyerah. Tapi tidak, untungnya yang terjadi justru sebaliknya. Tak ada niatan berhenti atau bahkan mundur selangkah. Semua berkat orang-orang sekitar yang menyemangati–bukan Mario Teguh-terus. Hingga saya berada pada fase yang sekarang.

***

Januari juga berarti memulai sesuatu dengan baru. Salah satunya tempat kerja. Memang, ini sangat jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang lebih sering berteman dengan pisau, chiller, dan beberapa alat dapur. Saya harus membiasakan diri duduk di belakang layar, mengurusi hal-hal yang sebenarnya saya tidak mengerti. Pembelajaran beberapa bulan menjadikan saya lebih bisa mengendalikan semua tugas-tugas saya sampai saat ini.

***

Setelah berbagai kesedihan pada awal bulan, selanjutnya saya seakan selalu punya kesempatan berbahagia dengan segala sesuatu yang menyenangkan. Menikmati ‘kelahiran’ baru saya.

SEMACAM PLESIRAN

Dimulai dari mengikuti kelas menulis yang diadakan oleh Sastra Madiun pada bulan Februari. Bertemu dengan orang-orang baru, diskusi, dan berbagi bersama beberapa penulis kenamaan.

image
Di Madiun

Bulan berikutnya saya kembali ikut acara di luar kota. Tepatnya di Jogja. Sebuah acara yang diadakan oleh teman-teman sana dengan tema “Guyub Desa” yang berlokasi di desa Gabugan, Sleman, Jogjakarta. Letaknya di bawah kaki gunung Merapi, yang merupakan desa wisata serta dekat dengan Agro Wisata Salak. Di sana, menginap di rumah-rumah warga setempat yang memang difungsikan untuk homestay.
image

Pertengahan tahun, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Solo. Setelah sekian lama hanya bisa melewatinya tanpa singgah. Dengan diteman beberapa teman di Solo, saya menyempatkan diri berkeliling kota dan beberapa obyek wisata. Serta menikmati kuliner khas Solo.
image

Nah, puncaknya ialah plesiran saya ke Maluku. Sebentar memang di sana, dan rasanya sangat kurang puas menjelajahinya. Dan akan berniat ke sana lagi suatu saat nanti.
image

Plesiran terakhir ialah ke Tanjung Papuma, Jember. Menikmati keindahan pantai serta batuan karang dengan berbagai macam ukuran.
image

MENONTON GIGS

Awal tahun sudah disambut dengan gig ERK di sebuah universitas Surabaya. Sebuah gig yang untuk ke lokasinya perlu perjuangan. Berteduh dari hujan angin, dikeroyok semut dan kecoa di tempat berteduh, hingga harus menyaksikan romantisme beberapa pasangan di bawah payung yang melindungi mereka dari gerimis. Hahahaha.
Meskipun ERK tampil dengan formasi tidak lengkap, namun penampilan mereka saat itu sangat memukau. Membuat lokasi mendadak jadi tempat karaoke berjamaah. Semua ikut menyanyikan semua lagu yang mereka bawakan saat itu.
image

Dua kali menonton Tompi dalam setahun. Pertama sampai harus ke Malang, dalam sebuah acara yang diselenggarakan universitas setempat. Kedua, dalam Urban Jazz Crossover bersama beberapa penyanyi dan musisi Jazz lainnya seperti Barry Likumahuwa, Harvey Malaiholo, Andien, Rieka Roslan, dll.

image
Penampilan Tompi di Malang

image
Urban Jazz Crossover

Menonton L’alphalpha, Pornikebana, serta Stars and Rabbit dalam panggung yang sama di Sunday Market Surabaya itu seru!
image

Dan penutup tahun yang oke oleh gig Adhitia Sofyan. Menjadi istimewa karena sempat mengobrol di warung makan serta foto dan dapat bonus tanda tangan setelah perjuangan untuk.ketemu. :))

Eh bahkan bertemu drummer-nya The Trees and The Wild, Inu di lolasi yang sama. 🙂

Setelah melewati 2012 dengan berbagai cerita sedih hingga paling bahagia, semoga 2013 membawa banyak warna lagi. Terima kasih pada semua yang membantu saya berproses setahun ini. 😀

[31.12.12; 00:49]

*beberapa foto koleksi pribadi
**foto Guyub Desa koleksi Ade Julizar dan Asakecil
***foto Maluku koleksi Indam

Iklan