No Bake Klapertart


Klapertart

Jadi, pembuatan kue ini sebenarnya dikarenakan oven saya sedang tidak berfungsi dengan baik. Daripada hasil akhir tidak memuaskan, saya mencari cara agar bisa tetap makan Klapertart tapi tanpa dioven sebagai menu buka puasa.

Bahan:
Bahan-bahan
1 liter UHT Full Cream
1 kaleng SKM Full cream
6 btr kuning telur
200 gram Margarine
100 gram Gula
100 gram Tepung terigu
2 sdm Maizena
1 sdt Vanili essence (bubuk/pasta)
5 butir Daging kelapa muda (rebus terlebih dahulu dengan air kelapa agar tidak mudah basi)
Kismis/cokelt bubuk/bubuk kayu manis secukupnya untuk topping

Sebelum menyalakan api kompor

1. Masukkan tepung terigu yang sebelumnya telah dicairkan dengan sedikit susu cair ke dalam panci. (Terigu dicairkan terlebih dahulu agar tidak ada gumpalan).
2. Masukkan sisa susu cair dan susu kental manis.
3. Masukkan kuning telur yang sudah dikocok lepas.
4. Masukkan margarine .
5. Tambahkan gula.
Aduk secara perlahan dan konsisten satu arah di atas api kecil.
6. Setelah adonan agak sedikit berat (belum sampai mengental), masukkan vanili dan daging kelapa muda.
7. Aduk sampai matang dan dinginkan dalam cetakan.
8. Tambahkan topping sesuai selera.
9. Dinginkan dalam lemari es.

*catatan: Tanda kalo sudah matang, perhatikan letupan. Kalau sudah ada satu dua letupan dalam adonannya, itu pertanda sudah matang. Matikan api segera.

Suatu Siang di Cheese Bury Kopitiam


Lama sekali rasanya saya tidak ke Malang. Meskipun ke sana hanya untuk sekedar mengopi atau makan sambil ngobrol ngalor ngidul dengan Pipoy. Ialah Cheese Bury, tempat yang saya tuju dengan Pipoy siang itu.

Bertempat di jalan yang tidak terlalu bising, membuat suasananya cukup mendukung bagi orang-orang yang memang datang untuk mengobrol. Pintu masuknya bernuansa Bali. Banyak detail ukiran. Ternyata tidak hanya sebatas pintu masuknya yang khas Bali, bagian dalamnya pun. Sejenak memang seperti tidak berada di Malang. 🙂

LOKASI 2
LOKASI 1
KAYU

Karena saya tidak begitu lapar saat itu, pilihan saya jatuh pada menu Lava Cake. Sedangkan untuk minumnya, saya lebih tertarik dengan Red Velvet Frappuccino.
MENU 4
Dari tampilannya di buku menu memang menggoda lidah untuk mencicipinya. Dan ternyata memang enak. Milky creamy di mulut. Hanya saja mungkin karena saat itu saya memadukannya dengan Lava Cake–yang mana fillingnya cokelat–jadilah rasa milky creamy keduanya terasa sekali.

Lava Cake
Lava Cake

Voila! Cokelat Lavanya
Voila! Cokelat Lavanya

Si Red Velvet Frappuccino
Si Red Velvet Frappuccino

Lain saya, lain pula dengan Pipoy. Dia memilih makanan yang sedikit lebih berat. Pasta.

Fettucini Cheesebury Bolognaise
Fettucini Cheesebury Bolognaise

Yup! Fettucini Cheesebury Bolognaise dan juga minuman yang saya sendiri lupa namanya. Hahaha.
Si Pasta
Si Pasta

Awalnya saya mengira menunya salah, tapi setelah dibuka taburan kejunya, memang betulan itu pasta yang dipesan. Kejunya melimpah ruah! Bagi yang doyan keju, sepertinya menu ini akan cocok sekali. 😀
Yang sebelah kanan adalah minuman yang saya tidak tahu namanya :))
Yang sebelah kanan adalah minuman yang saya tidak tahu namanya :))

MENU 1 MENU 2 MENU 6 MENU 5

Logo Cheese Bury Kopitiam
Logo Cheese Bury Kopitiam

Secara keseluruhan, rasa makanan dan minumannya terasa pas di lidah saya. Dengan harga yang dibandrol tidak terlalu tinggi, namun menjamin rasa makanannya, saya kira tempat ini sangat bisa dijadikan referensi tempat nongkrong—-dan atau ngedate bersama pasangan—-berbagai kalangan usia.

Cheese Bury Kopitiam
Jl. Dr Sutomo 26 kav C1-C5 Malang
Telp: 0341-360312