Tanjung Papuma: Pesona Pantai dan Batuan Karang


Beberapa saat lalu, saya kembali ingin solo plesiran. Pantai masih menjadi destinasi utama. Hingga kemudian saya memutuskan untuk mengunjungi salah satu pantai yang berada di kota Jember. Sebutlah tempat itu dengan “Tanjung Papuma”.

Tanjung Papuma adalah obyek wisata pantai yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember.

***

Pukul 15.34 saya berangkat dengan menggunakan bus patas menuju Jember. Walaupun sebenarnya bisa langsung menggunakan bus jurusan Ambulu. Namun karena saat itu bus tersebut sedang kosong, jadilah saya memilih Patas. Perjalan Surabaya – Jember diperkirakan memakan waktu sekitar kurang lebih 5 jam jika tidak macet. Dan benar saja, saya sampai di terminal Tawang Alun jam 08.40. Sesampainya di sana, saya berniat menaiki ojek untuk ke penginapan terdekat. Mata dan tubuh sudah tidak lagi bisa menahan lelah juga kantuk. Lalu, seorang teman menawarkan untuk menjemput dan menyediakan tempat peristirahatan di rumahnya. Saya mengiyakan.

***

Sekitar pukul 09.00 pagi saya memulai perjalanan dengan menaiki angkot menuju terminal Ajung untuk kemudian berganti angkutan lagi menuju Ambulu. Karena memang sarana transportasi menuju Papuma sangat minim sekali, saya terpaksa harus menunggu hingga 30 menit di Ajung. Sebuah colt tua pun menjadi sarana transportasi saya menuju ke Ambulu.

1 jam kemudian, sampailah saya di Ambulu. Menurut teman saya, untuk ke Tanjung Papuma, berarti saya harus menggunakan ojek. Setelah tawar menawar harga dengan si tukang ojek, saya pun segera menuju ke lokasi. Jangan lupa untuk janjian dengan tukang ojek yang mengantar untuk nanti menjemput kembali. Minta saja nomor ponselnya, karena di Papuma tidak ada ojek yang membawa kembali ke Ambulu.

Sepanjang perjalanan, saya disuguhi pemandangan pabrik-pabrik yang mengolah tembakau. Pantas saja jika saya beberapa kali melihat ladang-ladang tembakau di pinggiran jalan.

image
Salah satu pabrik tembakau

image
Ladang tembakau

Saya disambut dengan plakat besar yang bertuliskan “Selamat Datang di Wahana Rekreasi Alam Tanjung Papuma”.
image

Sudah sampai? Belum! Masih ada beberapa puluh menit lagi untuk sampai di pantainya. Mata saya kemudian dibuat takjub oleh pemandangan yang menyambut di sepanjang jalur menuju pintu masuk lokasi. Hutan dengan pepohonan meranggas berjejer. Jalan lengang dengan beberapa ladang hijau.

image
Pohon

image
Pohon meranggas
image
Pintu masuk

Untuk masuk ke area pantai Tanjung Papuma, setiap orang dikenakan biaya Rp7.000,-. Katanya jika hari biasa, bisa lebih murah. Jalanan yang sedikit rusak dan berkelok membuat beberapa kendaraan kesusahan melalui jalur ini. Bahkan beberapa truk mengalami mogok, dan itu menghambat pengguna jalan yang lainnya.

Setelah menempuh perjalanan begitu lama, dan inilah Papuma.
image

Iseng-iseng saya tanyakan ke salah satu petugas pantai, nama Papuma ternyata akronim dari Pasir Putih Malikan, dan Malikan adalah nama yang diberikan oleh pihak Perhutani untuk pantai ini yang berarti batu-batuan pipih. Selain itu, di Papuma juga bisa kita jumpai batu karang yang tingginya bisa berpuluh-puluh meter.
Ombak di sini cukup besar, namun masih aman jika ingin bermain atau berenang.

image
image

image
image

image

Siang itu suasana pantai cukup ramai, mungkin karena bertepatan dengan hari Minggu. Karena menurut informasi yang saya dapat, pada hari-hari biasa pantai Papuma sepi pengunjung.
Di lokasi wisata ini sebenarnya tersedia beberapa penginapan yang disewakan bagi pengunjung yang ingin bermalam di sini. Kisaran harganya antara 300-400 ribu rupiah.
Untuk makanan, tidak perlu khawatir. Sebab di sini sudah terdapat banyak tempat makan yang menyajikan bebagai macam olahan ikan segar yang didapat dari hasil tangkapan nelayan setempat.
Dengan harga 50-60 ribu, saya sudah bisa menikmati hidangan ikan bakar lengkap dengan nasi serta minumnya.

image
Nelayan yang baru kembali

***

Setelah hampir 3 jam bermain di pantai, saya tertarik untuk naik ke atas bukit menuju ke pos. Katanya pemandangan dari atas lebih indah. Dengan menaiki bukit, saya juga bisa menjumpai kera yang duduk-duduk di ranting pepohonan. Mereka tampak sudah biasa dengan kehadiran manusia di pantai ini. Asal tidak diganggu saja.

image
Kera

Saya meneruskan untuk menaiki tangga ke atas bukit, dan saya disambut dengan pemandangan seperti ini.
image

image[/caption]

image
Tangga untuk ke pos atas

Hari sudah semakin sore. Memaksa saya untuk segera mengakhiri kunjungan saya ke Tanjung Papuma dan harus segera kembali ke Surabaya. Padahal, katanya matahari tenggelam di sini bagus.

Bagi yang ingin menikmati pantai dengan pemandangan yang wow, dan tidak mau terlalu jauh ke Bali, Tanjung Papuma bisa menjadi pilihan wisata.

[31.12.2012;11:48]

***

Catatan:
Bus Surabaya – Jember : Rp42.000
Angkot Tawang Alun – Ajung : Rp3.000
Angkot Ajung – Ambulu : Rp6.000
Ojek Ambulu – Papuma : Rp25.000
Tiket masuk : Rp7.000

Iklan

2 pemikiran pada “Tanjung Papuma: Pesona Pantai dan Batuan Karang

  1. Wah asyik juga nih plesiran kesana. Indah juga ya pantainya…
    Kalau di Sukabumi, pantai terdekat adalah Pelabuan Ratu. Sekitar 2 jam dari Sukabumi. Cuma ya itu ramai dan macetnya kalo kesana apalagi pas tahun baruan gini. Kapan2 saya share deh tentang pantai nya…
    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s