Liburan Seru Maluku


“Libur lebaran tahun ini harus berbeda dan berkesan!”

Beberapa bulan lalu saya mengucapkan kalimat di atas. Mengingat dari awal tahun belum pernah merasakan libur panjang. Dan begitu mengetahui ada kesempatan menikmatinya, saya tak perlu pikir panjang lagi untuk memutuskan hal apa yang harus saya lakukan untuk mengisinya. Apalagi kalau bukan dengan liburan. Iya, liburan, plesiran, melancong. Tak tanggung-tanggung, Ambon saya jadikan target lokasi liburan saya tahun ini. Yang akan menjadi liburan terjauh saya. πŸ™‚

Saya merasa beruntung dengan mempunyai teman di Ambon. Begitu yakin dengan pilihan tempat berlibur, saya menghubungi teman saya di sana. Memberitahukan bahwa akan liburan ke kotanya. Dan dia bersedia menjadi ‘tour guide’ saya. Tiket pesawat pergi-pulang Surabaya-Ambon-Surabaya pun saya dapatkan bahkan 3 bulan sebelum lebaran. Hahaha iya, saya niat sekali. Niat sekali untuk mendapatkan tiket yang lebih manusiawi untuk celengan ayam milik saya.

Kamu tahu jadwal liburan kamu akan terganggu jika ternyata ada sistem ‘piket’ di tempatmu bekerja selama H+ sekian setelah lebaran, terutama ketika tiket sudah dipesan–meski bisa dibatalkan–dan ekspektasi keriangan keriangan telah terbentuk dalam otak. Silakan menggerutu. Dengan tekat bulat–sebulat tekatku untuk melupakan mantan. Hahaha–saya memberanikan diri untuk izin bolos piket pada atasan. Dengan penuh interogasi, saya pun diizinkan untuk tidak mengikuti piket. Keriangan keriangan di otak kembali terbentuk. Lebih dari sebelumnya.

———-

Hari haru lebaran terlewati dengan cukup lumayan merusak maskara, membuat saya ingin segera memberangkatkan diri ke pulau seberang.

Suasana bandara Juanda saat itu cukup ramai. Mengingat masih musim mudik. Dengan terburu buru, saya menerobos kerumunan orang yang lalu lalang untuk check-in. Begitu sampai di depan petugas, dia memberitahukan pesawat delay sampai jam 09.30an, padahal harusnya jam 08.05. Terpaksa saya harus menunggu sekitar sejam yang ternyata malah jadi 2 jam. Hahaha.

Hanya perlu 2 jam 20 menit untuk bisa sampai di bandar udara Pattimura. Begitu keluar dari dalam pesawat dan menjejakkan kaki di tanah, saya disambut dengan panas terik khas daerah pesisir. Sayangnya, saya tidak sempat memotret karena keterbatasan baterai.

Seorang teman telah bersiap di depan pintu kedatangan untuk menjemput saya. Keriangan mulai keluar, tervisualisasi menjadi sebentuk tawa. Akhirnya saya dapat mencapai target saya setahun lalu yakni “Tahun depan saya harus bisa ke Maluku”. πŸ™‚

———-

Teman saya menanyakan apakah lelah atau mau langsung ke pantai. Otak dengan cepat merespon dan mulut saya otomatis mengiyakan untuk langsung menuju pantai. Jalan menuju lokasi cukup berkelok kelok dengan pemandangan laut di sisi kanan dan tebing di sisi kiri. Lagi lagi tak sempat memotret, cukup disimpan dalam otak. Dalam waktu kurang lebih 45 menit, akhirnya kaki menapak juga di pantai Liang. πŸ˜€

image


Airnya sebiru minuman bersoda itu belum? Hahaha.. sempat juga berfoto foto di atas jembatan kayu terkenal itu.

Sayang sekali gerimis membuat kami terpaksa menyudahi keseruan hari itu.

———-

Kata orang, belum bisa disebut ke Ambon kalau belum datang ke Pintu Kota. Itu lho pantai yang ada batu karang dengan lubang di tengahnya. Perjalanan menuju lokasi terbilang tidak terlalu jauh. Hanya dalam waktu tak sampai 30 menit kami sudah bisa menikmati pemandangan seperti ini

Foto kedua menunjukkan bahwa saya memang benar benar ke Ambon. Hahaha.

Untuk kuliner, beberapa teman bilang kalau wajib mencicipi cakalang. Ke Ambon belum lengkap tanpa makan ikan. Jadilah saya mencoba cakalang asap sambal colo colo. Daging ikan yang diasap dicocol ke sambal yang rasanya asam, pedas, asin, dan segar benar benar membuat lidah dimanjakan (bahasa saya begini amat ya hahaha). Terlebih ini dimasakkan oleh keluarga Bang Yezsco (terima kasih sekali). Tak perlu definisi panjang lebar, langsung saja saya kasih tunjuk wujudnya πŸ™‚

Ketika sepulangnya dari pantai Liang, saya diajak mampir ke Natsepa untuk mencicipi kuliner wajib coba saat berkunjung ke Ambon, yakni rujak. Sebelumnya, saya kira akan seperti apa rujak tersebut, ternyata sekilas tidak jauh beda dengan rujak buah yang disiram dengan bumbu kacang. Namun begitu saya merasakan sendiri, ternyata rujak ini lebih nikmat daripada rujak buah yang saya makan sebelumnya. Yang membuatnya berbeda adalah rasa asamnya (yang katanya berasal dari buah tertentu, sedangkan di sini seringnya menggunakan asam biasa) serta pemakaian kacangnya yang cukup banyak. Pastilah rujak ini lebih ciamik di lidah.

——–

Hari berikutnya saya diajak ke sebuah cafe dengan suasana khas Maluku lengkap dengan lagu lagu khas sana yang ternyata cukup nyaman didengarkan. Sebutlah tempat itu, Sibu-Sibu yang dalam bahasa Indonesia berarti sepoi sepoi.

Dan di ditulah saya untuk pertama kali merasakan minuman pala ini, yang sukses membuat saya mengantuk siang itu. πŸ™‚

Sebenarnya masih banyak tempat yang belum sempat saya kunjungi di sana, dikarenakan kendala waktu (libur kurang lama) serta cuaca yang kurang mendukung. Jadi ketika saya ditanya apakah suatu hari berminat ke Maluku lagi, maka dengan yakin akan saya jawab IYA MAU! Jadi, jika anda ingin merasakan sensasi liburan yang berbeda dari biasanya, saya sarankan anda untuk berwisata ke Maluku. Apalagi jika anda menyempatkan diri untuk menyeberang ke pulau pulau sekitar, yang dijamin tidak akan membuat anda menyesal memasukkannya dalam daftar kunjungan. Ayo ke Maluku!

————————

Ah iya terima kasih untuk teman teman yang sudah menemani saya selama di Ambon. Bang Almascatie, Bang Yezsco, Bang Pierre, Nini, Mbak Indam, dan masih banyak yang lainnya. πŸ˜€

*Foto Jembatan Pantai Liang saya comot dengan seenaknya dari sebuah situs yang saya lupa alamatnya
**Foto ramerame di jembatan hasil jepretan Bang Yezsco
***Foto Pintu Kota hasil potoan Bang Almascatie
Posted from WordPress for Android

Iklan

2 pemikiran pada “Liburan Seru Maluku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s