Plesiran, Pelepas Beban Pekerjaan


Sebagai seorang pekerja rodi seperti saya, saat yang paling dinanti selain pundi-pundi uang masuk rekening adalah liburan bersenang-senang melupakan setumpuk approval ini itu.

Sudah pernah baca postingan tentang saya plesiran? Belum? Ya. Kamu tidak salah. Maka dari itu, berikut ini akan saya tuliskan kisah plesiran saya wiken kemarin lengkap dengan segala keabsurdannya ke salah satu kota di Jawa Tengah. Sebutlah, Solo.

Semua bermula dari pikiran iseng untuk melakukan plesir bulanan, dan muncullah beberapa kota sebagai pilihannya. Ternyata dari kesekian kota yang sliweran di otak, Solo dan Semarang menjadi kandidat terkuat. Setelah memikirkan, melalui kegalauan berkepanjangan dan luka lama yang ikut terseret-seret… tunggu, ini bukan cerita gegalauan, Noph! Fokus! Terpilihlah Solo sebagai kota yang akan saya kunjungi bulan Juni ini. Mengingat kaki saya sudah pernah diinjakkan ke Semarang 2 tahun lalu.

Setelah benar-benar tidak labil dengan berubah kota tujuan, saya mulai menghubungi seorang kawan di Solo, menanyakan apakah di tempatnya bisa menampung seorang perempuan pengidap kegalauan bermalam di rumahnya. Dan responnya positif. Oke. Selanjutnya, menjelajah di mesin gugel mengenai kota tersebut. Beruntung, seorang teman menyarankan untuk mengunduh aplikasi khusus di ponsel saya untuk mendapatkan info seputar Solo. Dan ini cukup membantu. Kejadian selanjutnya adalah kebingungan cari celah keberangkatan, mengapa? *baca paragraf pertama pada baris pertama* Iya, saya jarang dapat libur. Satu-satunya kesempatan hanya Sabtu dan Minggu tengah bulan. Okesip.

Inilah anehnya, paling terakhir mencari tiket kereta. Mengapa kereta, perhitungan waktu tempuh dengan terbatasnya waktu libur.

sehari sebelum keberangkatan…
Teman: “Nov, maaf sebelumnya. Nanti malam aku ada kerjaan di Jakarta. Jadi otomatis besok kamu gak bisa nginep di tempatku”
Nopha: (syok)”Oh gitu ya, yaudah gak masalah, masih banyak penginapan.”
Teman: “Duh maaf ya, ini mendadak. Nanti kalau ada apa-apa, hubungi aku ya.”
Nopha: (sok cool)”Okesip! Santai aja” *padahal sebenernya bingung. Banget*

Itu pertanda bimbang melanda. Tetep lanjut atau batal. Kemudian teringat tiket, teringat barang titipan teman, dan tetaplah saya seperti semula. Pergi ke Solo. Meski masih belum jelas akan menidurkan diri di mana.

Sabtu, pukul 14:30, saya sudah duduk anteng di ruang tunggu stasiun berkat PakBos yang bersedia mengantar saya. Haha. Lumayan, 30 menit menunggu kereta datang sambil mendengarkan live music sederhana namun pas di telinga.
Begitu kereta siap, saya menempati bangku dengan nomor seperti yang tertera pada tiket dan berharap 4 jam berikutnya saya akan bersebelahan dengan lelaki muda enak dipandang mata. Tapi ternyata harapan itu loncat begitu saja dari gerbong setelah seorang bapak umur 40an menaruh tasnya di rak atas bangku saya. Dadah lelaki muda enak dipandang mata. Selamat datang perjalanan yang akan saya isi dengan earphone, dan pemandangan di luar kereta.

Senja dari kereta indah, Sodara-sodara! Sayangnya keindahan sore itu hanya bisa saya nikmati dengan…kegalauan. haha. Tidak, saya tidak galau, hanya menikmati senja, lagu-lagu dari pemutar musik di ponsel saya, dan sepotong roti. :]]

image
Beberapa jepretan visualisasi senja dari kereta

Bukan saya namanya kalau tidak tertidur dalam perjalanan. Begitu terbangun, saya gelagapan. Saya buta arah. Lebih tepatnya tidak tahu kereta sudah sampai kota mana. Takutnya, saya bablas Jogja. Dan terjebak dalam rentetan masa lalu di kota itu. Oh tidak.

Menurut waktu yang tertera pada tiket, saya akan menginjakkan kaki di Stasiun Solo Balapan sekitar pukul 18.53. Dan rupanya kaki saya menginjak Solo Balapan pukul 19 lebih. Entah lebih berapa.

Saya mengirimkan pesan singkat pada seorang teman, dan dia akan segera menjemput. Hore. Saya dapat teman. Saya tidak terlantar di kota orang.

*dikarenakan panjangnya kisah plesiran saya yang berbelit belit ini, bersambung pada postingan selanjutnya* 😀

Posted from WordPress for Android

Iklan

3 pemikiran pada “Plesiran, Pelepas Beban Pekerjaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s