Yang di Hati, yang Tak Akan Mati


Yang di hati, yang tak akan mati. Adakah yang setuju dengan pernyataan tadi? Ya, saya salah satunya.

Beberapa bulan lalu, saya baru saja kehilangan, yang bahkan mungkin salah satu momen kehilangan yang amat sangat berat. Ibaratnya manusia yang kehilangan satu kakinya. Bisa berjalan namun tidak seimbang. Tertatih-tatih. Ya, itu saya bulan Januari kemarin, hingga saat ini.

Bagaimana tidak. Ibu, yang menjadi pelindung, pendengar, dan sahabat bagi saya, telah pergi meninggalkan saya terlebih dahulu. Sebelum saya sempat memberikan apa yang beliau inginkan, sebelum saya sempat membuatnya tersenyum puas.

Ya, intinya sebagai anak, saya tidak berhasil.

Pernah merasakan pulang ke rumah tapi serasa tidak ada di rumah? Iya, itu yang saya alami hingga sekarang. Tiap menginjakkan kaki di rumah, segalanya asing, ada yang janggal. Terlebih ketika pulang malam usai lembur. Saya sudah terbiasa dengan ‘pulang malam dan ada ibu yang menunggu kepulangan saya’. Dan momen itulah yang tak lagi bisa didapatkan. Meskipun untuk beberapa saat terkadang kehadiran ibu masih bisa dirasakan begitu saya memasuki rumah. Karena pada dasarnya, mereka yang telah pergi tak pernah benar benar pergi dari hati. Meski raga tak lagi bisa saling bertemu. Lalu, doalah yang akan menjadi jembatan pertemuan yang diciptakan Tuhan sebagai sarana ‘pertemuan’ bagi ‘yang ditinggalkan dan yang telah berpulang’.

Kepada Ibu:
Ada beberapa kata yang belum fasih kuucapkan; maaf dan terima kasih
Ada beberapa momen dimana aku seringkali melewatkannya; menemanimu di rumah
Ada beberapa hal yang belum kita lakukan; belanja bersama seperti yang kita rencanakan beberapa hari sebelum kau benar-benar pergi
Namun, akan ada waktu yang kulebihkan bagi sederet doa untuk menjagamu, menjaga agar kita tetap didekatkan. Di dada ini.

Posted from WordPress for Android

Iklan

8 pemikiran pada “Yang di Hati, yang Tak Akan Mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s