Sebuah Usia


: DA

Di dinding itu kalender berpesta.
365 hari ia menunggu waktu mencatat genap usia; seperti katakata yang menanti kau sajakkan.

Di Juni ke dua puluh, telah kau torehkan segala riwayat pada sang waktu; yang barangkali lebih berharga dari sebuah hikayat.

Maka, tetaplah melaju, Kau; Sang Penyair.
Agar waktu tak berubah mengabu siasia dan sisakan hampa di ujung usia.

Surabaya 2011

*untuk seorang penyair

Iklan

4 pemikiran pada “Sebuah Usia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s