Selembar Surat


Berderetderet huruf telah kau tuliskan di tubuhku,
sajaksajak cinta yang seolah kau ciptakan untukku, bukan untuknya.

Barangkali kau tak pernah benarbenar tau aku hanya akan menjadi pembawa pesan cinta yang berakhir di remasan tangan perempuan itu sebelum meringkuk dalam tempat sampah. Bahkan sebelum sempat ia membacaku.

Suatu saat aku ingin menggantikan perempuan itu.
Menjadi penerima sajaksajakmu
dan aku akan menjadi mabuk hingga terlupa bahwa aku adalah selembar surat yang mencintai penulisnya.

Surabaya 2011

#surat

Iklan

9 pemikiran pada “Selembar Surat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s