#1 Kepadamu, Tuhan


Selamat pagi, Tuhan.

Mungkin ini tampak lucu jika kutulis surat padamu. Ini semacam bentuk permohonan kedua selain doa-doaku. Jadi, suratku kali ini singkat saja, Tuhan.

Di sepi dini hari dan fajar yang belum menyingsing, ingin kupinta maaf atas kealpaanku akan diriMU. Seringkali aku lebih asik bermain daripada sujud dan menengadahkan tanganku padaMU.

Namun karuniaMU tak terhitung lagi yang harus kusyukuri. Segala cinta kau beri padaku dan orang-orang terdekatku lewat berbagai cara. Meskipun tak jarang melalui berbagai coba yang justru menguatkan cinta padaMU.

Aku menyadari cintaku belum seutuhnya sempurna. Tapi bolehkah jika aku meminta 1 hal lagi? Bukan untukku dan egoku. Melainkan untuk 2 orang yang kucintai. Ibu dan Ayah. Jagalah mereka dalam dekap hangat cintaMU. Aku yakin mereka akan 1000 kali aman dalam dekap kuasaMU.
Kau tidak keberatan kan, Tuhan?

Sudah dulu ya, Tuhan. Kudengar deru suara azan memanggil dari masjid dekat rumah. Saatnya menyujudkan hatiku padaMU. Memanjatkan doa serta menyelipkan surat ini di antaranya.

Sekali lagi, terima kasih, Tuhan.

Iklan

2 pemikiran pada “#1 Kepadamu, Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s