#30 Dan Seketika


Baru saja kutulis dirimu pada tingkap-tingkap langit membiru.
Belum juga usai kusemai rindu.
Namun kini ku harus menuliskan haru.
Mensenyapkan segala riuh menderu.
Seperti melenyapkan letup di tiap degup.
Menggelapkan pandang akan ribuan mimpi.
Lalu: angin menerbangkan guguran bulu mataku bersama bebulir air mata di persimpangan antara senja dan malam.

Iklan

2 pemikiran pada “#30 Dan Seketika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s