#28 Puing Kenangan


Aku melukis sketsa dirimu seperti aku melukis puing-puing kenang lewat air mata yang berserak di sepanjang jalan itu. Membayangkan sentuhmu adalah serupa tamparan bagiku.
Tatap matamu adalah tikaman sembilu tepat mengenai ulu.
Cintamu yang terang kini pun terjelagakan oleh waktu.
Terpurukku sendiri dalam pilu.

Iklan

5 pemikiran pada “#28 Puing Kenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s