#22 Matamu


Waktu adalah kaki-kaki hujan yang runcing.
Ujung-ujungnya jatuh menghunjam bumi.
Alirnya menderas membasahi sunyi.
Terus menerus bergulir dari kelopakmu.

Bagaimana aku dapat merelakan waktu merenggutmu.
Sedang matamu adalah kanvas tempat melukis kematianku?

Iklan

4 pemikiran pada “#22 Matamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s