#18 Pupus


Masih dapat kulihat samar wajahmu ketika hujan menderas di senja kala itu.
Ketika hangat peluk tergantikan oleh hangat bulir air mata.

Luka yang kita goreskan bersama menguapkan duka ke angkasa, menjadi sebab langit menangis. Meluruhkan semua kisah manis dalam hujan yang terkesan dramatis.

Lalu: Di derasnya hujan kita larung segala kenang dan pupusnya cinta dengan lara.

Iklan

4 pemikiran pada “#18 Pupus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s