#6 Sketsa warna


Dan tanganku makin erat digenggam kelu membiru melukiskan sketsa: haru
Sedang kau tak lagi menoleh pada kanvas tempatku melukiskan KITA

Seperti harap tanpa ujung, kuterus merunut kenangan yang memozaik pada lukisan waktu. Menyabarkan diri untuk melihatnya tersatukan lagi.

Dan masihkah perlu kau goreskan sewarna benci?

JANGAN!

Gelapnya hanya akan merusak spektrum warna.

Apa kau berpikir aku akan menorehkan hitam dendam?

TIDAK!

Aku akan melukiskan warna warni bianglala di keningnu. Kuingin ia mewarnaimu.

Dan akan kunikmati indahnya dari jauh. Meski hanya fatamorgana yang masih berpendaran.

#6 : Benci

Iklan

6 pemikiran pada “#6 Sketsa warna

  1. Dan masihkah perlu kau goreskan sewarna benci?
    Apa kau berpikir aku akan menorehkan hitam dendam?

    aku lebih suka jawab IYA πŸ˜€
    katanya, revenge is sweet πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s