Pada pecah jalanan ibu kota
dan koyak senja itu, kakiku mengayuh perjalanan pilu:
sebagaimana aku adalah pengembara abadi
mencari kuat pada lelah
sebagaimana kaki yang alpa
pada kekeluan disebabkan waktu
untuk menemukan bagian dari garis tangan takdir
Surabaya 2011
#perjalanan
Urek2 telapak tanggannya Sup..
Nah kau akan liat sketsa wajahnya Almas disana hahaha
*pingsan*
komen2 yang ada di kepalaku langsung buyar ngeliat komen di atas..
)
Minta tanggung jawab ke komentatornya heuheu
Hatiku hancur mbaca puisinya.. lalu terbakar mbaca comment eka !
Jangan bang, nanti mau pake hati apa kalo hati kau hancur dan terbakar? *naik pohon*
Aku jadi pengen membayangkan haha…
Gak usah, Mbak.
malam ini Eka jadi AKtor Penghancur Puisi Nsup…
)
sabar yah nsup.. minta ganti rugi nsup. lumayan buat akhir bulan
Aaaaaa koq kalian gitu siiiy. Aku kan hanya ingin melihat kalian berdua; almas n sup bahagia di atas ranjang membara
)
*nyelem ke dasar laut*
Aih nantilah kubakar ranjang pake api biru dari kompor covi*a *kejar ke dasar laut*
=))
Jangan dibakar ranjangnya sup… Si api biru kita pake bakar kambing guling aja yuks
#apaitudiet? Cih
wah sedang mencari jejak2 kehidupan di kota Surabaya? wuih
Kurang lebih begitu, Bang
Ah.. Ah.. Ah.. Aku mengerti sekarang.. Ternyata nova sama almas itu.. A a a ada… Mmmh…
#dibekep almas
*bantu bekep mbak lei*
Ah.. Komenku tak berwajah. Seneb.. =)
kapankah kau akan menemukanku?
Setelah aku tau di mana dirimu. *halah* xD
mencoba memahami makna puisi ini..
Aku pun.
oh jadi karena gosip itu kau menarikku ke lapak ini Nop?
Jadi apa benar perihal ranjang membara seperti mbak Eka bilang itu?
Ah, segeralah dipelaminkan saja, mumpung bulannya masih baik.
kalo Almas ga mau repot bawa teman mempelai, di Malang ada kok =))
Bukan karena gosip itu sik. Kan dari 6orang tinggal kau yg belum komen heuheu.
*tendang zir ke Ambon*
mencari kuat pada lelah, sebagaimana kaki yang alpa