#KepadaA

@supernopha
Sudahkah kau baca pesan yang kutitipkan pada dedaun di dekat jendelamu?

@adysaurus
Pesan sederhana yang dibawakan pipit-pipit kecil yang selalu hinggap disitu, bernyanyi membangunkan pagimu. Bacalah pesan itu sebelum embun membasahkannya lalu pesanku tak dapat terbaca. Lalu balaslah, cepatlah balas pesan itu. Karena aku.. Aku telah menunggu begitu lama.

@supernopha
Tahukah kau jika menunggu balasmu teramat menjemukan? Hingga aku harus membunuh waktu terlebih dahulu.

@adysaurus
Namun waktu itu selalu menghantuiku, mengingatkanku pada batas-batas kita, garis yang memisahkan aku dan kamu. Batas yang pada akhirnya memberi jarak pandang mata kita. Lantas rindu kian meraja.

@supernopha
Karena itu lekaslah balas pesanku. pesan sederhana yang kutitipkan dalam dedaunan didekat jendelamu.

TwitLand 02 April 20011
*sebuah join galauAsik bersama dengan tagar #kepadaA*

Sebab Aku Ingin Melepasmu Dengan Mudah

Sebab bayangmu masih kuat mendekap ingatan, maka:

Aku ingin melepasmu dengan mudah
Semudah ombak menghapus jejak kaki
Semudah angin mebawa bisikku pergi

Aku ingin melepasmu dengan mudah
Seperti waktu melambaikan tangannya pada harihari
Dan siang menggelincirkan malam

Aku ingin melepasmu dengan mudah
Semudah kanakkanak hujan menghapus kemarau
Semudah mata membulirkan airnya

Aku ingin melepasmu dengan mudah
Seperti layanglayang yang terbang dan tak pernah takut jatuh

Balebengong 2011

Begitu Sederhana Sebuah Kebahagiaan

Begitu sederhananya kebahagiaan itu.
terlahir saat sekedar mendapat ucapan “selamat pagi” melalui pesan yang kau tinggalkan di kotak ajaibku.

Begitu sederhananya kebahagiaan itu.
timbul dari setiap perbincangan
seperti ceritamu tentang desau angin dan debur ombak
yang membuat lumbalumba enggan nampak
atau tentang hewan laut yang tak kau suka.

Begitu sederhananya kebahagiaan itu
ada saat kau mengirimkan angsa penjaga tidur lewat sebuah ucapan “selamat malam” sebagai penutup hari.

Begitulah kebahagiaankebahagiaan sederhana yang tercipta.
Sesederhana mata berkedip untuk pertama kalinya menyambut pagi dan bulat bulan yang mengintip bumi.

Padang Tegal

Selembar Surat

Berderetderet huruf telah kau tuliskan di tubuhku,
sajaksajak cinta yang seolah kau ciptakan untukku, bukan untuknya.

Barangkali kau tak pernah benarbenar tau aku hanya akan menjadi pembawa pesan cinta yang berakhir di remasan tangan perempuan itu sebelum meringkuk dalam tempat sampah. Bahkan sebelum sempat ia membacaku.

Suatu saat aku ingin menggantikan perempuan itu.
Menjadi penerima sajaksajakmu
dan aku akan menjadi mabuk hingga terlupa bahwa aku adalah selembar surat yang mencintai penulisnya.

Surabaya 2011

#surat

Menemukanmu

Pada pecah jalanan ibu kota
dan koyak senja itu, kakiku mengayuh perjalanan pilu:

sebagaimana aku adalah pengembara abadi

mencari kuat pada lelah

sebagaimana kaki yang alpa

pada kekeluan disebabkan waktu

untuk menemukan bagian dari garis tangan takdir

Surabaya 2011

#perjalanan