@superdruva
Kita adalah dua helai daun yang samasama jatuh. Entah di batu cadas atau bening telaga.
@greenziezt
Kita adalah sepohon hijau yang tertanam pada bentang bumi, berdiri tegak dan menjatuhkan dedaun yang bercerita tentang kita dan cinta.
@superdruva
Kita adalah daun waru yang meranggas. Meninggalkan pohon kenangan.
@greenziezt
Yang terindah adalah mengenangmu. Pun rindu akan terus membisu dan berdiam di hati yang melulu terenyuh oleh caramu menghilang.
@superdruva
Ketahuilah, jika kepergianku adalah sebuah perputaran yang nantinya akan kembali padamu. Entah berupa petir atau pun hujan.
@greenziezt
Menderaslah, akan kurekatkan kedua tangan untuk menampung hujanmu, mungkin itu caramu menghiasi rindu.
@superdruva
Berteduhlah, mungkin rintikku yang runcing akan menghunjam tubuhmu. Menyakitimu.
@greenziezt
Tahukah kamu, aku dan luka sahabat dekat; hanya bersekat cinta dan rindu yang luar biasa.
@superdruva
Lalu dengan apa kau akan merindukanku? Dengan luka menyayat atau cinta yang hebat?
@greenziezt
Sayang, terluka olehmu adalah cara terhebat untuk mencintaimu.
@superdruva
Lalu: mencintaimu menjadi sesuatu yang tidak sederhana; merawat tiaptiap luka dengan ketabahan dan doadoa.
@greenziezt
Di tiaptiap luka ada doa yang bersemayam, meracaukan harapnya pada Dia Yang Maha. Hiduplah, untukku, untuk cinta, dan kita.
TwitLand 2011
*sebuah cengkrama kata bersama @greenziezt*